Ahead of Destiny 6

Ahead of Destiny
Please Subscribe to read the full chapter

 

Jangan lupa follow + vote terlebih dahulu...

Terimakasih atas dukungan teman-teman.

instagram: @ktae_yeon93 💕

 

*****

 

Jessica’s POV

Menjengkelkan..! aku bangun kesiangan karena Krystal memaksa untuk menonton film sepanjang malam. Aku memutuskan untuk menggunakan taxi untuk menuju ke sekolah daripada meminta manajer oppa untuk menjemput ke rumah.

“ Aishhh, aku terlambat jam pelajaran pertama hari ini ”

“ Ini semua gara-gara Soojung...huh! ”

“ Seharusnya aku memanfaatkan jadwal libur selama tiga hari untuk tidur panjang, semuanya lenyap gara-gara anak itu. Haiiiisss... ” aku mendengus kesal selama perjalanan di dalam taxi

Saat tiba di depan sekolah ternyata gerbang sekolah sudah terkunci dan aku tak ingin mempermalukan diri karena tertangkap terlambat disaat aku memperoleh libur dari SM.

Setelah berpikir sejenak, akhirnya aku mendapatkan ide. Aku meminta driver taxi untuk mengantarkan ke sebelah kiri gedung sekolah, karena aku dengar dinding di sana temboknya sedikit lebih rendah dan sering menjadi jalan masuk untuk siswa yang terlambat.

Setelah memastikan wajahku tidak bisa dikenali karena memakai masker dan topi, aku meminta tolong pada ahjusi untuk mendekatkan taxinya ke dinding sekolah dan syukurlah dia menyetujuinya jadi aku memberikan uang tambahan sebagai ucapan terima kasih kepadanya.

" Ternyata cukup mudah menaiki dinding ini hehehee... " aku merasa bahagia karena sudah bisa menaiki dinding sekolah ini

" Semoga tidak ada yang paparazi yang menangkapku, akan memalukan kalau tertangkap " aku selalu berdoa dalam hati

" Image ku akan hancur kalau ketahuan memanjat dinding ini..." gumamku

Aku memutuskan untuk segera melompat masuk, karena takut terlihat orang lain kalau terlalu lama bersantai di atas dinding ini.

End Jessica’s POV

 

“ Urgggg....”

Taeyeon menjadi penasaran karena tiba-tiba mendengar ada suara aneh dan memutuskan untuk menghampiri suara tersebut.

“ Apa yang kamu lihat? ” sinis gadis pirang yang menyadari seseorang sedang menatapnya

Taeyeon melihat ke sekelilingnya, memastikan bahwa benar dia yang sedang diajak berbicara oleh gadis pirang itu.

Karena tak ingin mengganggu si pirang yang sedang asik duduk melihat ke arah kakinya, Taeyeon memutuskan untuk pergi diam-diam. Tapi langkahnya terhenti setelah mendengar erangan lain dari gadis pirang yang sedang mencoba untuk berdiri. Dengan enggan Taeyeon mencoba mendekat gadis pirang tersebut dan dia melihat warna kemerahan di pergelangan kaki gadis pirang itu. Setelah terjadi perdebatan panjang dipikirannya, Taeyeon memutuskan untuk membantu gadis pirang yang sedang meratapi kakinya itu.

" Mau pulang atau ke ruang kesehatan? " tanya Taeyeon to the point

Gadis pirang itu melihat ke arah Taeyeon, ini pertama kalinya mereka melakukan kontak mata dan mereka sibuk akan pikiran masing-masing. Karena tak mendapatkan jawaban, Taeyeon perlahan berbalik dan hendak melangkah untuk meninggalkan gadis pirang itu lagi karena Taeyeon pikir gadis itu menolak bantuannya.

" Ke ruang kesehatan " jawab gadis pirang itu saat berhasil meraih kesadarannya kembali sambil melepaskan topi dan masker wajahnya

Taeyeon membalikkan badannya kembali dan hanya menatap gadis pirang itu.

" Antarkan aku ke ruang kesehatan..... please... " gadis pirang berkata disela kesakitan yang sedang dirasakannya

 

Tanpa banyak bicara Taeyeon berjongkok dan membolehkan gadis pirang itu untuk naik ke punggungnya. Yup... gadis pirang itu adalah Jessica. Jessica sedikit ragu dan masih duduk cantik seperti patung melihat Taeyeon berjongkok di depannya.

" Ingin di gendong dengan gaya pengantin? " tanya Taeyeon karena melihat Jessica belum naik di punggungnya

Jessica bisa merasakan saat ini tak hanya kakinya yang memiliki warna kemerahan, tapi juga wajahnya karena tatapan yang Taeyeon berikan dan jarak mereka yang begitu dekat. Dia mencoba menyembunyikan wajahnya yang tersipu dengan menundukkan wajahnya serendah mungkin, karena Taeyeon masih menatapnya dengan intens.

Tanpa banyak bicara Jessica merayap ke punggung Taeyeon, dengan ragu-ragu dia melingkarkan lengannya ke leher Taeyeon dan mengistirahatkan dagunya di pundak Taeyeon.

" Beri aku arah di mana tempatnya " Taeyeon berkata setelah merasa Jessica sudah nyaman berada di punggungnya.

Jessica memberi arah di mana letak ruang kesehatan SOPA. Setelah mereka berada di ruang kesehatan, Taeyeon melihat sekeliling ruangan yang kosong itu dan memutuskan untuk menurunkan Jessica perlahan di ranjang untuk mencari dokter yang bertugas.

Jessica melihat anak laki-laki yang telah menolongnya melepaskan topi dan masker yang dia pakai sehingga menampakkan wajahnya dan dia secara otomatis memperhatikan wajah lelaki di depannya itu.

" Aku akan mencari dokter yang bertugas " setelah menyelesaikan kalimatnya Taeyeon segera keluar ruangan tanpa menunggu jawaban dari Jessica

 

Jessica merasakan a

Please Subscribe to read the full chapter
Like this story? Give it an Upvote!
Thank you!
No comments yet