Ahead of Destiny 2

Ahead of Destiny
Please Subscribe to read the full chapter

Jam menunjukkan pukul 07.00 am, alarm Taeyeon berbunyi berulangkali membangunkan sang pemilik.

Taeyeon’s POV

“ eunggh... begini ternyata rasanya hidup sendiri ”

“ harus terbiasa mengatur jadwal dan keperluan sendiri, biasanya umma yang akan mempersiapkan semuanya....”

“ Apa ku harus kembali ke mansion ya??? ”

“ Ani..ani... hyung pasti akan mengejekku habis-habisan kalau aku kembali 1 hari setelah pindah, haissssss......”

End Taeyeon’s POV

 

Setelah asik berdialog pada diri sendiri, Taeng beranjak dari kasur King Size nya untuk bersiap ke sekolah. Sekretaris Kang akan menjemput Taeyeon tepat pada pukul 07.25 am.

 

Ding Dong.......

Bel apartemen berbunyi, Taeyeon yang sudah siap untuk berangkat ke sekolah segera menuju ke interkom untuk melihat siapa yang ada di depan pintu apartemennya. Setelah nampak wajah sekretaris Kang, Taeyeon segera membuka pintu dan berjalan bersama dengan sekretaris Kang menuju mobil.

Seperti biasa, sekretaris Kang memberikan sandwich dan susu coklat kepada Taeyeon pada saat menuju ke sekolah sehingga Taeyeon bisa sarapan di mobil. 20 menit waktu yang ditempuh untuk sampai di sekolah. Taeyeon berhasil masuk ke sekolah Internasional yang diminta oleh kakeknya. BIS (Business International School) adalah sekolah SMA Internasional (senior high school) nomor 1 di Korea. Sekolah ini menjadi wadah bagi para pewaris untuk lebih mempelajari bisnis.

 

Taeyeon’s POV

Hari pertama menjadi murid di BIS membuatku gugup, meskipun disana ada 2 sahabatku tetapi tetap membuatku ragu untuk memulai hari di sekolah. Setelah menenangkan diri, ku keluar dari mobil dan diikuti oleh ahjusi Kang.

“ Ahjusi, bagaimana penampilanku? ”

“ Kau tampak tampan Taeyeon-ah, tak terasa kamu semakin tumbuh dewasa ” jawab ahjusi

Saya melarang ahjusi Kang untuk memanggilku tuan muda, dan memintanya untuk memanggilku Taeyeon / Taeng. Ahjusi orang yang selalu mendampingi saya sejak kecil, dia juga salah satu orang yang mengetahui trauma yang saya miliki.

“ Ahjusi yakin pakaianku sudah rapi? ” ku bertanya kembali, karena biasanya umma yang akan memastikan pakaianku sudah rapi atau belum.

“ Tentu Taeyeon-ah, ini coba lihat ” kata ahjusi Kang memfoto ku dan menunjukkan hasilnya

Aku tersenyum karena ulah ahjusi Kang.

“ Oke ahjusi, gumawoyooo ” kataku sambil melihat ke ponselnya

“ ternyata ku tampan sekali ya, hahahaaaa ”

Ahjusi Kang ikut tertawa karena mendengar tawa khasku.

Tiba-tiba kedua sahabatku datang dan mengganggu acara tertawaku.

End Taeyeon’s POV

 

“ Hi Taeng... Anyeonghaseyo ahjusi Kang ” sapa Ben dan William

“ Hi William, Hi Bentley. Apakah kalian sudah sarapan? ” tanya ahjusi Kang

“ Sudah ahjusi ” jawab Ben dengan semangat

“ Saya makan sedikit ahjusi, sarapanku direbut Ben ” kata William memasang wajah sedih

“ Hyung...‘berbagi makanan membuatnya menjadi lezat’ seperti moto keluarga kita ” bela Ben

“ Tapi kau sudah punya bagian sendiri, kenapa merebut punyaku. Huh dasar!! ” kesal William

“ Ini ahjusi ada coklat, mungkin bisa membantu mengurangi rasa laparmu William ” ahjusi Kang menyodorkan batangan coklat

“ Ahjusi.... kenapa tak memberikan coklatnya padakuuu~~ ” cemburu Tae

“ Taeyeon-ah ingat pesan umma Kim, tidak boleh makan coklat pagi-pagi ”

“ Ahjusi jahat... ” jengkel si tuan muda

“Apa-apaan ini? kemana Kim Taeyeon yang dingin dan cuek? ” heran si Ben

“ Waaahh apa benar ini Kim Taeyeon y

Please Subscribe to read the full chapter
Like this story? Give it an Upvote!
Thank you!
No comments yet