Ahead of Destiny 5

Ahead of Destiny
Please Subscribe to read the full chapter

 

Jangan lupa follow + vote terlebih dahulu...

Terimakasih atas dukungan teman-teman.

instagram: @ktae_yeon93 💕

 

*****

 

Tak terasa satu tahun Taeyeon telah menjadi hidden trainee­ SM dan telah mengikuti seluruh pelatihan untuk persiapannya debut sebagai idol boy group SM. Seperti yang telah dijanjikan oleh keluarga Kim, Taeyeon boleh pindah sekolah ke SOPA setelah satu tahun bersekolah di BIS dan dia akan bergabung untuk mengikuti pelatihan dengan trainee­ SM lainnya.

Besok pagi Taeyeon diminta datang ke SOPA untuk bertemu dengan kepala sekolah sebelum Taeyeon secara diterima di SOPA. Saat ini Taeyeon sudah siap untuk berangkat ke SOPA, tidak seperti satu tahun lalu saat ini Taeyeon sudah tidak diantar dan dijemput oleh Sekretaris Kang. Umma Kim berhasil membujuk Haraboji Kim untuk membelikan motor sport impian Taeyeon sebagai hadiah karena telah berhasil meraih medali emas di kategori matematika pada International Zhautykov Olympiad (IzhO) di kota Almaty, Kazakhstan dan prestasi lainnya yang diperoleh Taeyeon sampai saat ini.

Di garasi apartemen Trimage Taeyeon yang terletak di Seoul Forest Area sudah bersarang motor sport impiannya BMW HP4 Race yang sudah dimodifikasi sehingga bisa mengajak hyungnya untuk menaiki motor bersama dan sebuah mobil Bugatti Chiron Pur Sport. Taeyeon telah mendapatkan izin mengemudi dengan bantuan ibunya, keluarga Kim tahu kalau Taeyeon menyukai warna biru.

 

Hari ini Taeyeon memilih untuk menggunakan BMW HP4 nya untuk pergi ke SOPA. Dia tidak memarkir motornya di area sekolah dan lebih memilih menyimpannya di kedai ahjuma Min. Jarak antara kedai ahjuma Min dengan SOPA hanya berjarak dua blok, sehingga Taeyeon memutuskan apabila membawa kendaraan pribadinya dia akan memarkir di sana.

Saat hendak menuju ke zebra cross yang menghubungkan ke sekolah barunya, Taeyeon mendengar perdebatan kecil dan memutuskan untuk menghampirinya.

 

Tiffany’s POV

Karena aku memiliki mendapatkan libur selama tiga hari, jadi aku menginap di apartemen Michelle unnie. Supaya tidak merepotkan manajer oppa, aku meminta unnie untuk mengantarkan ke sekolah sebelum dia berangkat ke kantor.

Karena unnie terburu-buru untuk rapatnya, jadi dia menurunkanku di seberang sekolah sehingga dia bisa langsung berangkat ke kantor. Sebelum turun dari mobil, aku memasang masker wajah untuk menghindari orang mengenaliku. Saat sedang menunggu lampu lalu lintas, tiba-tiba ada dua anak sekolah Hanlim mendekat dan memegang tanganku.

“ Lepaskan! ” aku

Please Subscribe to read the full chapter
Like this story? Give it an Upvote!
Thank you!
No comments yet