Seohyun

Forget I ever said I love you.

Erase the memory buried in your heart

Your eyes are filled with tears that I cannot wipe away for you.

(Park Si Hoo – For You)

CHAPTER 4

NOTE!!!: Kata yang bercetak miring adalah Flashback

“True love is the ability to see something in a person that no one else does.”

Kai menatap aspal jalanan, bibirnya tak henti mengumpat. Hal bodoh apa yang ia lakukan tadi? Bagaimana bisa ia mencium Do Kyungsoo? Apa yang merasukinya tadi?

Kai yakin, dirinya bukanlah seorang gay. Dan kejadian di rumah Kyungsoo tadi jelas diluar kesadarannya. Kai terkekeh sinis, jadi dia kali ini akan mengkambinghitamkan alkohol? Kai mengacak rambutnya sebal, mengumpat dengan suara yang lebih lantang. Lalu berjalan pulang ke rumahnya dengan amarah tersisa dihatinya.

Sial…sial…sial…

Hanya itu yang bisa mengungkapkan perasaan Kai saat ini.

.

.

.                  

Kyungsoo menatap kosong pintu rumahnya yang tertutup, ia masih duduk di tempat yang beberapa saat yang lalu menjadi tempatnya berciuman dengan Kai. Ah…lebih tepatnya tempat dimana Kai menciumnya.

Kyungsoo masih ingat bagaimana bibir Kai menyatu dengan bibirnya, bagaimana hangat nafas Kai di depan wajahnya. Dan bagaimana Kai meletakkan tangannya di pinggangnya, seolah tak ingin Kyungsoo menjauh dan menghentikan kegiatan mereka.

Sebelah tangannya menyentuh bibirnya

“Apa menurutmu aku menarik, Do Kyungsoo?”

Kyungsoo merasakan debaran di jantungnya menjadi dua kali lebih cepat.

“Apa kau tertarik padaku?”

Kyungsoo menundukkan wajahnya, seketika bayangan ketika Kai mendaratkan bibirnya bergulat di otaknya.

”Kau…kau bukan Seohyun, jadi kau tidak berhak menamparku.”

Kyungsoo meremas lututnya, apa yang ia pikirkan? Sudah jelas Kai tadi mabuk, mana mungkin ia mencium Kyungsoo atas dasar karena ketertarikan?

Lagipula Kai bukanlah seorang gay.

Kyungsoo menggigit bibir bawahnya, matanya terasa panas tiba-tiba. Ia mengumpat, mengumpati betapa kurang ajarnya Kai yang berani mempermainkannya. Mengumpati betapa bodoh dirinya hingga memiliki debaran aneh seperti ini terhadap Kai.

Kai yang dengan jelas mengatakan jika ia tidak menyukai kedua matanya.

Kai yang merepotkannya, hingga ia harus mengajari anak tersebut matematika.

Dan Kai yang dengan beraninya merebut ciuman pertamanya, beserta hatinya…

Kyungsoo membenci Kai,

Membencinya hingga tak bisa melepaskan pikirannya dari Kai.

Membencinya hingga tak ada batas antar benci dan cinta.

Kai sialan….

 

*****

 

Kai berjalan masuk ke dalam rumahnya, noona tertuanya mengalihkan pandangannya dari televise dan menyambut kedatangan Kai, “Jongin-ah, kau sudah pulang? Cepat sekali?”

Kai tidak memedulikan pertanyaan noona-nya itu, dan tetap berjalan menuju ke kamarnya meninggalkan noona-nya yang menatap Kai dengan alis bertaut dan pertanyaan yang bahkan hanya menggantung di udara karena tak dijawab oleh adiknya itu.

.

.

.

Kai membanting tubuhnya di ats tempt tidurnya, ia tak perlu repot-repot mengganti bajunya. Pikirannya bahkan tidak sampai ke situ, saat ini ia hanya ingin memejamkan matanya. Rasa pusing akibat alkohol dan kejadian yang dialaminya hari ini menjadi satu.

Kai menghela nafasnya berat, ia menggulingkan tubuhnya ke samping. Ia melihat meja belajarnya, pandanganny tertuju pada sebuah pigura… disana terdapat foto dirinya bersama Sehun, Luhan, dan Seohyun. Dan disebelah pigura tersebut ada fotonya yang masih mengenakan seragam SMPnya tertawa lebar dengan Seohyun yang mengenakan seragam SMAnya yang ikut tertawa ke arah kamera. Kai menghela nafasnya, ia mengusap wajahnya kasar.

 

Exo club, beberapa jam sebelumnya

Kai mengangguk anggukan kepalanya mengikuti dentuman musik yang diputar oleh DJ malam itu di exo club. Kai sesekali meneguk tequilla dari gelas dihadapannya, Kai bisa melihat Sehun dan Luhan tengah asyik menari di lantai dansa. Kai tertawa kecil melihat kedua temannya yang sama sekali tak bisa dilepaskan satu sama lain.

Dan saat Kai akan meneguk lagi tequillanya ia mendengar suara yang sangat familiar ditelinganya, jantung Kai seolah-olah berhenti berdetak saat itu juga. Kai memutar badannya, dan disampingnya ia melihat gadis itu.

Gadis bertubuh tinggi semampai, rambut coklat panjangnya kini telah kembali kewarna aslinya, hitam legam. Gadis itu mengenakan sebuah dress yang sedikit mini, namun melekat indah ditubuhnya.

Gadis itu menyadari ada seseorang disampingnya yang tengah memperhatikannya, gadis itu menoleh lalu kedua mata besar gadis itu melebar, wajahnya terlihat tegang, “Jo-jongin…” ucap gadis itu lirih.

Dan yang Kai tahu setelah itu ia menarik gadis itu kedalam pelukannya.

.

.

.

Kim Seohyun, pertama kalinya Kai bertemu dengannya adalah saat pemakaman ibunya. Kim Seohyun merupakan teman dari noona-nya, saat itu Jongin duduk di teras rumahnya dengan pandangannya kosong ke arah para pelayat yang datang ke rumahnya.

Dan saat itu Kim Seohyun duduk disampingnya, dan mengatakan jika Kai harus bersyukur, walaupun ibunya telah meninggal. Kai masih mempunya ayah dan kedua orang saudara perempuan yang sangat menyayanginya.

Dan Kai tidak merespon Seohyun saat itu, ia justru mengeram kesal dalam hati. Gadis disampingnya itu bisa sebegitu entengnya mengatakan hal itu karena ia tidak berada diposisi Kai. Namun, semua pikiran Kai tentang gadis itu berubah saat gadis itu tersenyum kecil sambil berkata jika orang tuanya telah meninggal sejak ia masih kecil.

Dan karena perkataan itu, Kai tidak menangisi ibunya lagi. Kai harus bersyukur.

Kai menatap gadis disampingnya itu, gadis yang menatapnya dengan kedua mata besarnya. Kai teringat dengan seorang anak lelaki kecil yang juga mengatakan padanya jika lelaki tak boleh menangis. Entah kenapa, hati Kai menjadi hangat, dan senyum kecil terukir diwajahnya.

Kai dan Seohyun berbeda umur tiga tahun, dan Seohyun selalu menganggap Kai adalah adiknya. Namun Kai ingin lebih, ia ingin sesuatu yang lebih dari Seohyun. Ia ingin melindungi Seohyun, bukan Seohyun yang melindunginya. Ia ingin menggenggam tangan Seohyun bukan Seohyun yang menuntunnya. Kai ingin yang lebih.

Saat Kai menyatakan perasaannya pada Seohyun, Kai duduk di kelas dua sekolah menengah pertama sedangkan Seohyun telah di tahun akhir SMA. Saat itu mereka berada ditempat favorit mereka, sebuah taman yang berada di perbatasan jalan menuju sekolah Kai dan sekolah Seohyun. Kai menatap wajah Seohyun serius dan mengatakan jika ia mencintai Seohyun lebih dari bagaimana Kai mencintai ayah, ibu, dan kedua kakak perempuannya. Seohyun menampakkan wajah terkejut, ia hanya mengucapkan kata maaf lalu pergi meninggalkan Kai dengan hatinya yang remuk lebur.

.

.

.

Kai kemudian tidak bertemu lagi dengan Seohyun selama beberapa minggu. Hingga suatu malam, disaat Kai baru pulang dari latihan dancenya, ia mendengar suara aneh dari sebuah lorong di dekat sekolah kakaknya. Dan saat itulah Kai melihat Seohyun make out bersama seorang pria yang bahkan lebih pantas menjadi ayah Seohyun.

Kai merasa geram, ia kemudian menghampiri kedua orang yang tengah asyik itu. Menarik kerah pria tua itu, lalu mendaratkan pukulan keras pada rahang kanan pria itu. Seohyun memekik terkejut, Kai menarik tangan Seohyun pergi. Namun Seohyun meronta agar Kai melepaskan pegangan tangannya, Kai menatap Seohyun, “Kenapa?” pertanyaan itu meluncur dari mulut Kai, dapat terasakan kefrustasian dalam pertanyaan Kai tersebut.

“Kau tidak tahu apa-apa tentangku, Jongin.” Jawab Seohyun dingin.

Ya, benar… Kai memang tidak tahu apa-apa tentang Seohyun. Selama ini Seohyun yang selalu masuk dalam kehidupannya, namun tak pernah sekalipun Kai masuk ke dalam kehidupan Seohyun. Kai hanya tahu Seohyun berumur tiga tahun lebih tua darinya. Bersekolah ditempat yang sama dengan kedua kakaknya menuntut ilmu, dan tidak mempunya kedua orang tua.

Kai mengusap wajahnya frustasi, menatap Seohyun dengan seragam sekolahnya yang telah acak-acakan. Kai berjalan mendekati Seohyun, dan Seohyun hanya terdiam. Kai menutup kancing atas baju Seohyun yang terbuka, lalu merapikan rambut Seohyun yang berantakan. Kai melihat bibir Seohyun yang bengkak, Kai mendekatkan wajahnya dan mendaratkan bibirnya lembut di bibir Seohyun.

Kai kemudian menatap Seohyun setelah melepaskan ciuman singkatnya, “Berhentilah melakukan ini…”

Seohyun menggelengkan kepalanya, kembali mengucapkan kata maaf dan meninggalkan Kai. Kai menatap punggung Seohyun yang menjauh, entah kenapa ia merasakan kali ini ia tidak akan mampu lagi meraih punggung Seohyun yang menjauh itu, hatinya bahkan lebih sakit dibanding saat Seohyun menolak pernyataan cintanya.

.

.

.

Kai tidak tahu bagaimana ceritanya, ia kini telah menjepit Seohyun yang meronta padanya untuk melepaskan dirinya. Kai tidak bisa…Kai tidak bisa lagi melepaskan gadis ini.

Kai mendaratkan ciuman kasar pada bibir Seohyun, Seohyun memukul dada Kai keras. Namun Kai tidak merasakan sakit, ia sudah pernah merasakan pukulan yang lebih sakit dari ini, lagipula pukulan Seohyun sama sekali tidak ada apa-apanya.

Kai memeluk pinggang ramping Seohyun, menarik Seohyun semakin dekat dalam rengkuhannya. Seohyun mendorong tubuh Kai.

“Jongin lepaskan aku!” perintah Seohyun.

“Kenapa?Kenapa aku harus melepaskanmu?” selalu nada frustasi itu menyertai pertanyaan Kai kepada Seohyun.

‘Plak!’

“Kau gila Kai, kau tahu itu?” ujar Seohyun lalu melepaskan tubuhnya dari dekapan Kai.

Dan lagi-lagi Kai hanya bisa menatap punggung Seohyun yang menjauh. Kai tertawa, menertawai dirinya sendiri yang terlihat seperti pecundang. Mungkin benar, dia memang gila.

 

*****

 

Kyungsoo meletakkan kotak makan siangnya yang telah kosong, lalu ia berdiri dan menghampiri beberapa tanaman bunga, Kyungsoo memetik salah satu bunga yang bewarna putih lalu kembali ke tempatnya duduk tadi.

Kyungsoo mencabuti satu persatu kelopak bunga tersebut,

“Aku suka dia…” kelopak pertama terlepas

“Aku tidak suka dia…” kelopak kedua terlepas

“Aku suka dia…” Kyungsoo mencabuti kelopak bunga yang ketiga

“Aku tidak suka dia…”

“Aku suka dia…”

“Aku tidak suka dia…”

“Aku suka dia..sialan!” Kyungsoo mengumpat ketika kelopak bunga tersebut habis tepat disaat Kyungsoo mengucapkan aku suka dia.

“Kau suka siapa? Junmyeon hyung?”

Kyungsoo terlonjak terkejut mendengar pertanyaan tiba-tiba, Chanyeol terkekeh melihat reaksi Kyungsoo.

“Ya, Kyungsoo aku bukan hantu kau tidak perlu menampakkan ekspresi seperti itu…” ujar Chanyeol dengan senyuman lebar yang menampakkan deretan gigi putihnya.

“Kau mengejutkanku, dasar bodoh!” Kyungsoo memukul lengan Chanyeol sebal.

Chanyeol meringis, “Jadi…siapa yang kau suka, huh?”

Kyungsoo menyipitkan matanya, “Sejak kapan kau jadi ingin tau masalah pribadiku, Chanyeollie?” selidik Kyungsoo.

Chanyeol cemberut, “Aku kan hanya penasaran…”

“Simpan rasa penasaranmu itu, karena aku tidak akan memberitahukannya padamu.” Ujar Kyungsoo lalu mengambil kotak makan siangnya dan berdiri, “Dah…yeollie…” ujar Kyungsoo sambil meleletkan lidahnya pada Chanyeol.

Chanyeol mendengus, “Sejak kapan anak itu menjadi menyebalkan seperti ini.”

.

.

.

Kyungsoo menghela nafasnya sambil mengelus dadanya, hampir saja Chanyeol mengetahui hal tadi. Kyungsoo menggelengkan kepalanya sambil berjalan, ia sama sekali tidak membayangkan bagaimana jika Chanyeol sampai tau tentang perasaannya terhadap Kai.

“Buk!”

Tubuh Kyungsoo terhuyung karena tertabrak seseorang, Kyungsoo merasakan sebuah tahan yang menahan lengannya agar tubuhnya tak semakin jatuh.

Kyungsoo mendongak, dan saat itulah kedua mata besarnya bertatapan dengan wajah orang yang sedari semalam mericuhi otaknya. Wajah Kai.

Kai menatap Kyungsoo dingin, lalu melepaskan pegangan tangannya di lengan Kyungsoo saat Kyungsoo telah berdiri tegap. Mulut Kyungsoo terbuka untuk mengucapkan terima kasih pada Kai, namun Kai langsung berlalu begitu saja dari hadapan Kyungsoo.

Kyungsoo merutuk sebal, “Cih…” sinis Kyungsoo sebal, namun jantungnya tak berhenti berdegub cepat saat merasakan pegangan tangan Kai di lengannya.

Kyungsoo merutuki dirinya sendiri, ini tidak benar…ini tidak benar… Kyungsoo harus segera menghapus perasaan aneh ini dari dirinya.

Karena menyukai Kai adalah sesuatu hal yang paling tidak benar dalam hidup Do Kyungsoo.

*****

A/N:

Huwaaaaa~ ternyata aku bisa nyelesain chapter 4 lebih cepat .___. Soalnya Cuma flashback sih, aslinya chapter ini mau aku gabung ke chapter kemaren… tapi aku rasa emang lebih baik dipisah (?)

Betewe hai selamat datang buat para reader baru, dan terima kasih buat para subscriber baru ^^ muah muah muah

http://24.media.tumblr.com/tumblr_mcx5p8DdU31ruizhzo6_250.gif

Aku terharu bangets (?)

http://24.media.tumblr.com/tumblr_mcx5p8DdU31ruizhzo7_250.gif

 

 

Comments replies:

@ wooyochie:  hahaha, jangan dong kasihan Kai nanti kalo ditinggalin ke Suho /plak, asyik pasti aku tunggu deh lanjutan FF kamu ^^ makasih doanya~

@ kaisoodaughter: ada…aku nih penganggunya kaisoo /dor

Jangan dong….Suho ama aku aja (?) /dipukul penonton/ iya makasih yaaa udah mau baca dan komen, muah :3

@ ahncheneui_: hahaha pada pengen suho jadian ama kyungsoo semua…emm gimana ya… lol XD, liat aja ntar deh~ lol XDD ih jahat banget ya pengen Jonginnya ngenes~ /peluk Jongin/

@ chocoDOnutKRISpy: aaah~ hai new reader ^^ makasih udah mau baca FFku lol, tenang nanti pasti ada saatnya Kai cemburu cemburu itu (?) oke makasih, jangan kapok kapok loh ninggalin komen /dor

 

Sekali lagi buat silent reader ataupun enggak, aku tetep cinta kalian <3

http://25.media.tumblr.com/tumblr_mctatv3pUc1r2buoco1_250.gif

-yunjaesick

Comments

Comments are moderated. Keep it cool. Critical is fine, but if you're rude to one another (or to us), we'll delete your stuff. Have fun and thanks for joining the conversation!

You must be logged in to comment
shippyo #2
Chapter 4: d.o suka jongn? Knapa papi suo d tlak??
dodokaisoo #3
Chapter 8: Baru baca smp selesai...waw...jongin galak2 tp udh mulai keliatan protectif sm kyungsoo #CIEEEEE jongin. Next chap ditunggu bangetttt!
dodokaisoo #4
Chapter 8: Baru baca smp selesai...waw...jongin galak2 tp udh mulai keliatan protectif sm kyungsoo #CIEEEEE jongin. Next chap ditunggu bangetttt!
erikagalaxy #5
aku baru basa langsung sukaaaa~
babysoo14 #6
Chapter 8: Annyeong kiki imnida, aku baru baca ff ini aku langsung suka sama alur cerita nya ^^ lanjutt thor
paparnmyeon_ #7
Chapter 8: LANJUT PLEASEEE KEPO AMA CERITANYA
dyofanz #8
Chapter 8: Anyeong syafa imnida, reader baru /bow/
Waw ceritanya menarik, si Kai galak bgt, kasian eomma/?
Lanjutin authorr, jjayoo
MissKey693 #9
Chapter 8: Annyeong Key imnida.. reader baru di fic ini..
mian baru review di chapie ini.. hehe..

aihhh.. serem bener orang di toilet tadi..
untung deh ada bangKai deh.. kalau enggak beuh ._.

tambahin KyungMyeon moment nya dong..

wah.. wah.. ada KrisYeol tuh..

oh ya ini : ( "Kau kira aku perempuan apa, sampai perlu kau antar pulang segala? Aku bisa menjaga diriku sendiri kai-ssi" ) typo atau memang Kyungsoo bilang gituh ? -_-

pokoknya lanjut ya... :D

*oh ya.. ada rekomendasi fic AFF bahasa yang bagus gak ? hehe.. nanya aja sih kalau boleh..
ririsA #10
Chapter 8: Thorrrrrr Chap selanjutnya pleaseeeee!!!
Can't wait :D
Sihyun2410 #11
Chapter 8: FFnya keren thor, I like it (y)
Ecieeeee, KaiSoo, ehem ehem, aduh itu Kai main geret aja, udah mulai suka eoh?
Itu siapa ye kira-kira? Minho? Yunho? Auk ah thor, gelap -,-
Ditunggu next chapternya ne~